Senin, 02 Desember 2013

WhatsApp kini Menjadi Aplikasi Messenger Terpopuler Dunia versi On Device



Persaingan aplikasi messenger untuk perangkat bergerak kini kian meningkat. Terlebih setelah BlackBerry meluncurkan aplikasi BBM miliknya untuk platform iOS dan Android. Namun dari sekian banyak aplikasi messenger yang ada di pasaran, ternyata WhatsApp menjadi pemenangnya.




Hal tersebut terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh On Device. Survei ini dilakukan dengan melibatkan sebanyak 3.759 pengguna smartphone Android dan iOS. Selain itu, survei ini mereka lakukan di beberapa kawasan, di antaranya adalah Amerika, Brazil, Afrika Selatan, Cina dan yang terakhir adalah Indonesia. Survei ini dilakukan dari mulai tanggal 25 Oktober hingga 10 November 2013.


Hasil survei tersebut menunjukkan bahwa popularitas aplikasi WhatsApp kini lebih tinggi dibandingkan Facebook Messenger. Dalam survei ini terlihat bahwa paling tidak sekali dalam seminggu, terdapat 44 persen pengguna smartphone yang memakai WhatsApp. Sementara itu Facebook Messenger memperoleh porsi sebesar 35 persen.


Survei ini juga menunjukkan mengenai adanya prilaku dalam menggunakan smartphone. Saat ini orang sudah mulai meninggalkan kebiasaan mengirim SMS dan beralih ke memakai aplikasi messenger.


Namun hasil survei ini tentunya tidak mutlak. Terlebih terdapat beberapa hal yang tidak dilibatkan dalam survei tersebut. Di antaranya adalah para pengguna smartphone di Eropa ataupun India. Selain itu, On Device juga tak mengikutsertakan para pengguna Windows phone dalam survei tersebut.


via Ubergizmo




Artis Hollywood Lindsay Lohan bakal Tuntut Rockstar Terkait Game GTA V



Game Grand Theft Auto (GTA) V milik Rockstar saat ini menjadi permainan yang fenomenal. Beberapa rekor dunia pun berhasil dicatatkan oleh game tersebut. Namun catatan tersebut nampaknya bakal ternoda dengan adanya sebuah tuntutan hukum kemungkinan yang bakal dilayangkan oleh artis Hollywood Lindsay Lohan.




Dalam laporan yang yang ditulis TMZ, dikatakan bahwa ada karakter di game GTA V yang mempunyai kemiripan dengan Lindsay Lohan. Menurut sumber dari TMZ, Lohan menuduh bahwa pihak Rockstar telah menggunakan penampilan dirinya tanpa permisi dalam game tersebut. Bahkan pengacara Lohan pun dikabarkan sudah menyiapkan tuntutan secara resmi terhadap Rockstar.


Terdapat beberapa karakter yang dikabarkan memiliki kemiripan dengan Lindsay Lohan. Di antaranya adalah pada cover game di mana tokoh yang dianggap mirip Lohan tengah menggenggam sebuah handphone. Yang lainnya, dikatakan bahwa ada karakter mirip Lohan yang meminta karakter utama untuk mengantarnya pulang dan lari dari kejaran paparazzi.


Belum ada pernyataan resmi baik dari pihak pengacara Lohan ataupun Rockstar terkait kabar mengenai tuntutan tersebut.


via TMZ




Android KitKat 4.4 Sukses Mendarat di Smartphone Windows Mobile 6.5 Jadul HTC HD2



HTC HD2 bisa dibilang merupakan smartphone yang sangat fenomenal. Smartphone yang diluncurkan dengan sistem operasi Windows Mobile 6.5 di tahun 2009 sukses menjalankan beberapa sistem operasi. Di antaranya adalah Windows RT, Windows Phone 8, Windows Phone 7.5, Android Froyo dan Jelly Bean, serta Firefox OS.




Dan kini, terdapat developer yang nampaknya berusaha untuk mengetahui kemampuan lebih lanjut smartphone ini. Kali ini giliran ROM custom dengan OS Android KitKat 4.4 yang dicoba pada HTC HD2. Hasilnya memang tidak sempurna terdapat beberapa masalah yang dijumpai, di antaranya adalah konektivitas WiFi, slot MicroSD serta konektivitas data.




Smartphone ini sendiri tak didesain oleh HTC untuk menjalankan sistem operasi Android. Smartphone ini hadir dengan prosesor Qualcomm Scorpion single core dengan kecepatan 1GHz dan RAM sebesar 576MB. Di zamannya, smartphone ini juga tergolong memiliki layar raksasa 4.3 inci, di mana kebanyakan smartphone saat ini hadir dengan layar 3.2 inci dan 3.5 inci.


via Phonearena




Minggu, 01 Desember 2013

Amazon Bakal Manfaatkan Robot Pesawat alias Drone untuk Pengiriman Paket Pembelian Kilat Setengah Jam saja



Sebuah kejuatan baru saja diungkapkan oleh CEO Amazon Jeff Bezos perihal kebijakan perusahaannya. Bezos mengungkapkan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, pihaknya bakal memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk mengantar paket pembelian kepada para konsumen.




Dengan adanya robot pesawat tersebut, Amazon pun bisa secara langsung mengirimkan paket ke depan pintu pelanggannya. Tak hanya itu, model pengiriman ini juga bakal memberikan waktu yang efisien, yakni sekitar 30 menit. Pesawat tanpa awak tersebut pun bisa membawa paket dengan bobot hingga 2.2 kilogram.


Bezos menjelaskan, bahwa memanfaatkan pesawat tanpa awak untuk sarana pengiriman paket barang bukanlah hal yang hanya ada di sains fiksi. Dia pun mengatakan bahwa proyek ini bisa diwujudkan paling tidak dalam empat atau lima tahun mendatang.


Meskipun begitu, terdapat rintangan yang paling besar jika Amazon ingin menggunakan robot pesawat tanpa awak tersebut. Rintangan tersebut adalah bagaimana cara Amazon agar bisa memperoleh persetujuan dari badan Federal Aviation Administration (FAA). Terutama dari segi keamanan.


via Geekwire




U-CAT, Robot Kura-kura Mungil untuk Mengeksplorasi Ruang Sempit di Lautan



Robot dengan ukuran kecil memiliki keunggulan bisa menjelajahi tempat-tempat dengan ukuran yang sempit. Hal inilah yang dimiliki oleh sebuah robot mungil bernama U-CAT yang dikembangkan oleh Pusat Teknologi Biorobotik di Universitas Tallin, Estonia.




Robot U-CAT tersebut berbentuk mirip dengan kura-kura. Badannya didesain dengan bentuk kapsul dan dilengkapi dengan empat pengggerak di bagian sisinya. Dengan penggerak tersebut, robot ini pun bisa bergerak ke segala arah dengan mudah.


Profesor Maarja Kruusmaa dari pusat Biorobotik mengungkapkan bahwa robot biometrik merupakan sebuah robot yang dibangun dengan desain mirip dengan tumbuhan atau hewan. Desain tersebut digunakan untuk mencari solusi dari sebuah masalah dengan mencontoh sesuatu yang sudah ada di alam.


Robot ini pun dilengkapi dengan kamera yang senantiasa merekam apa yang ada di sekitarnya. Selain itu, robot ini juga memiliki keunggulan harganya yang tak terlalu mahal. Jadi, kalau robot ini rusak atau macet di tengah eksplorasinya, para peneliti tinggal meluncurkan robot U-CAT lainnya.


via Slashgear




BlackBerry Sediakan Smartphone Porsche Design P’9982 Edisi Terbatas yang Berbalut Kulit Buaya



Smartphone Porsche Design milik BlackBerry memang ditujukan untuk kelas eksekutif. Generasi kedua smartphone ini, yakni P’9982 baru diperkenalkan pada beberapa minggu kemarin. Dan kini, perusahaan asal Kanada tersebut mengumumkan keberadaan smartphone Porsche Design P’9982 yang memiliki desain khusus dan dijual dengan jumlah terbatas.




Smartphone Porsche Design P’9982 edisi terbatas ini datang dengan balutan kulit buaya. Dan meskipun dilabeli sebagai edisi terbatas, smartphone Porsche Design P’9982 berlapis kulit buaya ini memiliki spesifikasi yang sama dengan BlackBerry Z10 ataupun P’9982 edisi biasa.


Pihak BlackBerry belum mengungkapkan harga dari smartphone edisi terbatas ini. Namun sebagai bahan perbandingan, smartphone Porsche Design P’9982 sudah dibanderol dengan harga yang mahal, yakni sebesar 2400 USD atau sekitar 28 juta rupiah. Dan dengan tambahan lapisan kulit buaya, tentunya smartphone edisi terbatas ini bakal dipatok dengan harga yang lebih mahal.


via Ubergizmo




Sistem Operasi Sailfish bakal Bisa Diinstal pada Smartphone dan Tablet Android



Jolla Mobile, pemrakarsa sistem operasi Sailfish terus berupaya untuk mempopulerkan OS miliknya. Sebelumnya, mereka mengungkapkan kalau para pengguna smartphone Jolla yang memakai OS Sailfish bakal bisa menjalankan aplikasi Android. Kini, CEO Jolla Mobile, Tomi Pienimaki dalam wawancara kepada Talouselama mengungkapkan kalau OS Sailfish bakal bisa diinstal pada smartphone serta tablet Android.




“Itu rencananya. Kami akan hadir dalam bisnis device dan bisnis OS. Cukup murah untuk menginstal OS (Sailfish) pada perangkat Android,” ujar Pienimaki. Dia bahwa menginstal sistem operasi lain pada perangkat Android mungkin jarang dilakukan oleh sebagian besar orang. Namun fenomena tersebut cukup banyak dilakukan oleh masyarakat Cina.


Dengan langkah tersebut, pihak Jolla pun berharap agar popularitas OS Sailfish terus berkembang. Dan meskipun begitu, Pienimaki mengungkapkan bahwa mereka masih tetap akan menyediakan OS Sailfish secara cuma-cuma. Dia pun mengatakan bahwa akan ada strategi lainnya dalam memperoleh pendapatan melalui OS Sailfish, entah itu melalui iklan, layanan atau aplikasi.


Sistem operasi Sailfish merupakan pengembangan dari OS MeeGo yang dulunya dipunyai oleh Nokia. Dan setelah Nokia menghentikan pengembangan OS berbasis Linux tersebut, karyawan yang bekerja di proyek ini pun memutuskan untuk keluar dari perusahaan dan membangun Jolla Mobile yang akhirnya melanjutkan proyek MeeGo dan mengubahnya menjadi Sailfish.


via Talouselama