Senin, 28 Oktober 2013

Polytron Crystal 4 W8480, Smartphone Android Lokal Terbaru dengan Layar Super AMOLED 4.8 Inci HD dan Bodi Tipis 6.8 Milimeter



Polytron memang kurang begitu familier di segmen smartphone Android. Namun hal tersebut tak menghentikan produsen lokal satu ini untuk memperkenalkan smartphone Android terbarunya, yakni Crystal 4 W8480.




Keunggulan smartphone ini pun terletak pada pemakaian layar Super AMOLED berukuran 4.8 inci yang menawarkan resolusi HD 120 x 720 piksel. PR dan Manager Marketing Event Polytron, Santo Kadarusman seperti dikutip dari Chip mengatakan bahwa penggunaan layar Super AMOLED tersebut mengikuti produk seri Crystal terdahulu.


Smartphone Cyrstal 4 ini juga hadir dengan desain yang tipis, hanya berukuran 6.8 milimeter. Selain itu di dalamnya terdapat prosesor quad core dengan kecepatan 1.5GHz yang ditunjang oleh RAM sebesar 1GB dan memori internal berkapasitas 16GB. Di bagian belakang terdapat kamera 8MP dan kamera 5MP di bagian depan.


Pihak Polytron menyediakan dua pilihan warna, yakni Dark Blue dan Pure White. Smartphone ini pun menurut rencana bakal dipatok dengan harga sebesar Rp3.599 juta rupiah. Dan per 25 Oktober kemarin, mereka pun melayani pre-order smartphone ini di blibli.com dengan harga Rp2.999 juta rupiah dan berlaku hingga 3 November mendatang.


via Chip




Tingkat Akurasi Layar Sentuh Galaxy S3 Ternyata Lebih Tinggi Dibandingkan iPhone 5S dan 5C



Apple meluncurkan iPhone 5S dan 5C pada beberapa waktu kemarin. Dan orang Indonesia pun menjadi pemilik iPhone 5S pertama di dunia. Peluncuran iPhone 5S dan 5C juga dikatakan dengan teknologi layar sentuh yang memiliki responsivitas dua kali lebih tinggi dibandingkan smartphone Android di pasaran.




Untuk hal yang terakhir, sepertinya perlu diteliti lebih lanjut. Terlebih setelah sebuah perusahaan asal Finlandia bernama OptoFidelity membandingkan kualitas layar sentuh iPhone 5S dan 5C dengan Galaxy S3. Dan meskipun Galaxy S3 bukan merupakan produk terbaru dari Samsung, namun smartphone ini ternyata memiliki akurasi layar sentuh yang lebih tinggi.


Pengujian tingkat akurasi layar sentuh tersebut dilakukan dengan menggunakan software serta robot jari. Dari pengujian tersebut diketahui bahwa kedua iPhone itu memiliki akurasi layar sentuh yang buruk, terutama pada bagian ujung. Sebagai akibatnya, respon layar sentuh yang rendah tersebut pun bisa menyulitkan pengguna iPhone 5S dan 5C. Sebagai contoh, pengguna iPhone akan kesulitan ketika menekan huruf Q,O serta P.


Hal berbeda terjadi jika menggunakan smartphone Galaxy S3 dari Samsung. Meskipun bukan smartphone paling baru dari Samsung, namun smartphone ini ternyata memiliki akurasi yang lebih tinggi dibandingkan iPhone. Bahkan layar sentuh Galaxy S3 mempunyai akurasi yang uniform hampir di setiap titiknya.


via Ubergizmo




Google Luncurkan Layanan WiFi Passport di Jakarta, Tawarkan Akses Internet Murah untuk Smartphone Android



Raksasa teknologi dunia, Google baru saja meluncurkan layanan barunya di tanah air, tepatnya di Jakarta. layanan tersebut adalah akses WiFi hotspot yang bisa digunakan dengan harga yang murah bernama WiFi Passport.




Di situs resminya, Google mengatakan bahwa layanan WiFI Passport tersebut menjanjikan akses internet yang lebih cepat dibandingkan koneksi 3G. Selain itu layanan ini pun tak membutuhkan registrasi yang ribet ataupun keharusan untuk terus memasukkan password.


Dengan menggunakan layanan ini, konsumen bisa menggunakan layanan data hingga 3GB dalam sehari, 7GB selama tujuh hari atau 10GB selama 30 hari. Pihak Google pun kini menyediakan kode vocer gratis yang bisa digunakan untuk 10 hari perama sebagai langkah promosi.


Selain itu, konsumen juga bisa memanfaatkan layanan ini dengan harga sebesar 20 ribu rupiah untuk 20 hari atau 5 ribu rupiah untuk 50 hari. Vocer layanan WiFi Passport Google ini pun bisa dibeli di Indomog. Selain itu, pengguna juga harus mengunduh aplikasi khusus WiFi Passport di Google Play. Aplikasi ini pun bisa digunakan untuk perangkat Android yang menggunakan versi Froyo 2.2 atau versi di atasnya. Untuk informasi lebih lanjut mengenai posisi hotspot Google, bisa dilihat di situs resminya.


via ZDnet




Smartphone LG G Flex dengan Layar Melengkung Resmi Diperkenalkan dengan Prosesor Snapdragon 800 dan Coating Berteknologi Self Healing



Smartphone dengan layar melengkung dari LG, yakni G Flex kini akhirnya secara resmi diperkenalkan kepada publik. Smartphone ini pun diluncurkan oleh LG untuk menyaingi produk tetangganya, Galaxy Round. Namun kedua smartphone ini memiliki desain melengkung yang berbeda.




Desain layar melengkung G Flex, ujar LG, didesain untuk meningkatkan kenyamanan dalam menggunakan smartphone. Desain melengkung tersebut memudahkan ketika melakukan panggilan, karena desain smartphone ini disesuaikan dengan lengkungan wajah. Dengan begitu, smartphone ini pun bisa menawarkan kualitas suara yang lebih baik.


Desain lengkung G Flex memberikan peningkatan level suara sebesar 3dB dibandingkan smartphone konvensional. Selain itu desain melengkung juga memudahkan untuk dipegang di tangan. Lebih lanjut lagi, pada mode landscape G Flex menawarkan pengalaman ala IMAX.


Smartphone ini juga dilengkapi dengan beberapa teknologi baru lain. Di antaranya adalah coating ‘Self Healing’ yang berada cover belakang smartphone. Teknologi ini pun memungkinkan untuk menyembuhkan dirinya sendiri dari goresan kecil yang biasa terjadi.


Dari segi spesifikasi, smartphone ini memiliki layar berukuran 6 inci HD (1280 x 720) yang menggunakan teknologi P-OLED Curved. Di dalamnya tersemat prosesor quad core Snapdragon 800 dengan kecepatan 2.26GHz yang ditunjang oleh RAM 2GB. Terdapat pula kamera 13MP di belakang dan kamera depan 2.1MP. Selain itu smartphone ini juga menawarkan baterai embedded berkapasitas 3500 mAh.


Smartphone ini akan mulai dijual di Korea Selatan pada bulan November mendatang di tiga provider telepon terkemuka setempat. Belum ada pengumuman mengenai harga dari G Flex ini. Pihak LG pun menjanjikan bakal menyediakan smartphone ini untuk pasar internasional.


via Engadget




Minggu, 27 Oktober 2013

Tampilan Tablet HP Slate 7 Plus Bocor di Internet dengan Prosesor Quad Core Tegra 3 dan Kamera 5MP



Hewlett Packard siap memperkenalkan suksesor dari tablet Slate 7 miliknya. Suksesor tablet tersebut pun nampaknya akan memiliki nama HP Slate 7 Plus yang bakal hadir dengan beberapa upgrade dibanding versi sebelumnya.




Tampilan tablet ini pun baru saja muncul di internet. HP Slate 7 Plus ini dikabarkan memiliki layar berukuran 7 inci yang menawarkan resolusi 1280 x 800 piksel. Dan pada bagian prosesor, terdapat peningkatan dengan adanya Tegra 3 quad core.


Selanjutnya, HP Slate 7 Plus ini dilengkapi dengan kamera 5MP di bagian belakang dan kamera VGA di depan. Untuk penunjang kinerja prosesor, terdapat RAM sebesar 1GB. Spesifikasi lainnya, tablet ini bakal hadir dengan fitur Bluetooth, WiFi, GPS/A-GPS, Miracast serta port Mini HDMI.


Tablet yang memiliki dimensi 194.7 x 122.7 x 10.7 milimeter dan bobot 342gram ini menurut rencana bakal diluncurkan oleh HP pada bulan depan. Dan pasar yang bakal menjadi tujuan utama dari tablet ini adalah kawasan Eropa.


via GSM Insider




Sebut Prosesor Apple A7 Alat Marketing Belaka, Pejabat Qualcomm ini Harus Turun Jabatan



Beberapa waktu kemarin, salah satu pejabat eksekutif Qualcomm, Anand Chandrasekher mengungkapkan bahwa inovasi Apple pada prosesor 64-bit A7 miliknya tak memberikan keuntungan apapun pada konsumen. Bahkan dia pun menyebutkan kalau prosesor tersebut tak lebih merupakan alat marketing Apple.




Namun pernyataan tersebut ternyata membawa petaka tersendiri bagi Chandrasekher. Akibat pernyataannya itu, Chandrasekher pun kini harus rela turun dari jabatan Chief Marketing Officer (CMO). Qualcomm tak menyebutkan jabatan baru dari Chandrasekher, namun dikutip dari Cnet, pria tersebut akan terus memberikan laporan secara kontinyu kepada COO sekaligus Presiden Qualcomm, Steve Mollenkopf.


Qualcomm mengatakan bahwa komentar yang dikeluarkan oleh Chandrasekher tidak akurat. “Ekosistem software dan hardware mobile saat ini tengah menuju ke teknolog 64-bit,” ujar Qualcomm. Dan saat ini para produsen pun tengah berlomba-lomba untuk memberikan pengalaman serta kemampuan komputer desktop 64-bit ke perangkat mobile.


via Cnet




LG dan Samsung Terbukti Melakukan Pencurian Listrik Murah di Korea Selatan



Pemerintah Korea Selatan memiliki kebijakan listrik yang hampir mirip di Indonesia. Di mana mereka menyediakan listrik yang khusus digunakan untuk masyarakat umum serta industri. Tentunya listik yang ditujukan untuk industri dipatok dengan harga yang lebih mahal.




Dan menurut kabar yang dilansir dari Unwiredview, dua raksasa elektronik asal Korea Selatan, yakni LG dan Samsung, terbukti menggunakan listrik untuk fasilitas miliknya. Bahkan kegiatan penggunaan listrik murah tersebut mereka lakukan sejak tahun 2004 lalu. Pemerintah Korea Selatan pun menganggap bahwa kedua perusahaan itu telah melakukan pencurian listrik murah. Selain Samsung dan LG, juga terdapat beberapa perusahaan lain yang melakukan kecurangan serupa.


Akibat pencurian listrik murah tersebut, pihak LG ataupun Samsung pun mendapatkan denda dari pemerintah. Mereka pun diharuskan untuk membayar biaya listrik dua kali lipat dari selisih antara listrik untuk industri dan umum.


via Unwiredview